Cerita Vampire "Page 2 The Pure Blood"
Setelah mereka berbincang-bincang
dengan keharuan yang mendalam ,Mobil pengantar Vesile pun siap untuk
berangkat,kali ini Bibi Mareta yang mengantarkan Vesile sendirian tanpa supir.
Beberapa jam perjalanan yang lumayan
jauh sekitar7 jam dimobil membuat Vesile bosan dan mengeluh.
“
bibi.. kenapa tidak pulang saja dan naik kereta mungkin lebih cepat.”
“sudahlah
Vesile tidur saja ,rumah bibi Rosaline memang sangat jauh karena berada didalam
yaa pohon-pohon yang lebat”.
“pohon
lebat? Apa maksud nya itu HUTAN!.”
Bibi Mareta tersenyum meledek.
“lihat
saja nanti kau akan menyukainya,bukan kah kau suka hal yang berhubungan dengan
kuno?”
“emmm
baiklah semoga saja aku jatuh cinta dengan tarzan disana.”
Setelah
menghabiskan beberapa jam perjalanan, akhirnya sampai dirumah Bibi Rosaline dan
Vesile masih terlelap dalam tidurnya. Bibi Rosaline dan suaminya (Paman James)
serta seorang anak laki-laki dan 2 orang perempuan.
“saudariku..
betapa sangat aku merindukanmu Mareta.” Sambut Bibi Rosaline sambil memeluk
Bibi Mareta dan Paman James membawakan barang-barang Vesile.
“ah
kau semakin cantik saja Rosaline, dan mereka sudah besar.” Sahut Bibi Mareta.
“kau
selalu memuji nya akan membuatnya menghabiskan seluruh makhluk dihutan.” Ledek
Paman James. Mereka tertawa bersama
“em
ada baiknya jika Bibi Mareta masuk kedalam pasti perjalanan sangat jauh.” Ajak
seorang anak laki-laki itu yang ternyata anak Bibi Rosaline.
“wah
wah siapa ini tampan sekali ?” Tanya Bibi Mareta.
“Luke”
jawab laki-laki itu sambil membungkukkan badan memberi hormat.
Luke adalah anak Bibi Rosaline dan
paman James yang ke-2 ,Tinggi 175cm dengan badan tegap dan yah tampan dengan
penampilan yang kurang rapi,rambut pirang.
“anak-anak
perkenalkan diri kalian masing-masing tidak sopan jika tidak member salam
perkenalan.” Kata Paman James
Salah seorang gadis dengan perawakan
usia 17 tahun,rambut pirang ,dengan tatanan rambut seperti Victoria Beckam, memiliki
mata dan hidung sama dengan Bibi Rosaline,dia sangat anggun dengan minidress
dan flat shoes serta pita di ujung sepatunya.
“perkenalkan
bibi aku Diana.” Ucap gadis itu yang ternyata anak bibi Rosaline yang nomor 3.
Lalu seorang gadis dengan rambut
coklat, terikat ponytail, dengan tinggi 170 cm , mata dan bibir yang sama
dengan Vesile,cantik namun memiliki tatapan yang dingin.
“aku
ingin melihat saudariku.” Ucap gadis itu dingin tanpa expresi.
“kau
sungguh ingin melihatnya Laura? Dia tertidur didalam mobil,dia kelelahan
bangunkan saja” kata Bibi Mareta senyum dan mengusap kepala Laura.
Laura menatap kepada bibi Mareta
dingin dan berbalik badan masuk rumah.
“lebih
baik jika kau cepat pergi sebelum dia bangun agar tidak sedih melihat mu pergi,
karena aku tidak ingin melihatnya terancam karenamu.” Ucap Laura dingin seraya
pergi ke dalam rumah
Semua tercengang suasana begitu
hening.
“baiklah
mana gadis itu?? Mungkin kita perlu membangunkannya?” Tanya Bibi Rosaline
mencairkan suasana.
“mungkin
benar ucap Laura,ada baiknya jika Vesile tetap tidur agar tidak melihat Bibi
Mareta pergi, aku akan mengangkatnya sampai kamar.” Kata Luke
Luke pun membuka mobil Bibi Mareta dan
menggendong Vesile menuju kamar. Ya Vesile tampak sangat lelah,untuk pertama
kalinya ia tertidur pulas dan sangat lama semenjak ia mengalami mimpi buruk
tidur nyenyak tidak pernah ia rasakan.
Semuanya masuk kedalam rumah ,dan
duduk diruang keluarga kali ini benar-benar suasana tegang sekali.
“sudah
saatnya Rosaline aku percayakan dia padamu, aku takut jika terlalu lama aku
menahannya aku tidak sanggup melepasnya.” Ucap Bibi Mareta berkaca-kaca
“oh
janganlah bersedih Mareta aku akan menjaganya sepenuh hatiku percayalah padaku,
jika memang saatnya kau pergi percayakan padaku.’ Kata Bibi Rosaline mengusap
punggung Bibi Mareta.
“aku
ingin tidak ada yang menceritakan padanya sampai benar-benar tepat waktunya.”
Kata Bibi Mareta kepada semua yang berada diruangan itu
Bibi Mareta pun langsung bergegas
pergi agar Vesile tidak terbangun dan melihat Bibi Mareta pergi.
Next story on progress...
Comments
Post a Comment