Cerita Vampire "Page 4 The Pure Blood"
“maafkan
mereka Vesile, memang sedikit temperament.” Kata Diana menenangkan Vesile.
“baiklah
Vesile saatnya kami memperkenalkan diri karena kau menjadi bagian dari kami
saat ini.” Kata Paman James dengan senyum Bijaksananya.
“bagian
dari keluarga bukan bagian dari kami.” Ucap Laura dingin
“baiklah
dimulai dari ku , James Wellern. Panggil saja paman James aku yang bertanggung
jawab untuk seisi rumah ini.” Kata Paman
James sambil berdiri dan memberikan senyum ramahnya.
“
dan kau pasti mengenalku? Bibimu yang sangat menawan Rosalinda Wellern”. Ya
Bibi Rosaline dengan senyum yang sangat indah.
“Diana
Wellern.” Diikuti Diana yang memberikan senyum sejuknya.
“aku
yang menggendongmu dari mobil dan mencium bibirmu dengan romantisnya. Luke
Wellern”. Ucap Luke genitnya.
“kau
menciumku? Berani sekali!”. Kata Vesile kesal.
“tenanglah
dia hanya meledekmu,kau berlebihan menanggapinya.” Ucap Laura dinginnya.
Vesile tertegun melihat Laura ya
sangat memiliki mata dan senyum sama dengannya namun sedikit menyebalkan.
“Laura
perkenalkan dirimu dengan baik.” Kata Bibi Rosaline membujuk Laura.
“dia
sudah mengetahui namaku.” Jawab Laura dingin ketus.
“kau
saja tidak menyebutkan nama bagaimana dia tau Laura.” Sahut Diana kesal.
“kau
memanggilku bibi memanggilku itu sudah
cukup meyakinkannya siapa namaku.” Jawab Laura lagi dengan ketusnya.
“em
baikalh tak masalah Diana,aku menetahuinya dari mata dan bibirnya.” Sahut
Vesile menenangkan suasana.
“baiklah
bagaimana denganmu nak?” Tanya Paman James.
“aku
Vesile Corner.” Kata Vesile memberikan senyum manisnya.
Semua
tercengang dan lagi-lagi Luke berulah.
“Corner?
Apa benar dia saudari Laura? Laura memiliki nama belakang Wellern”. Tanya Luke
sedikit meledek Laura
Laura berdiri dari tempat duduknya dan
menarik Luke dengan cepat. Mereka meninggalkan ruang makan.
“apa
mereka akan baik-baik saja? Maksudku Laura..”Vesile mencemaskan mereka tentu
saja adiknya.
“emm
aku akan memeriksa mereka kau tunggu saja Vesile lanjutkan makan mu “. Diana
menenangkan
Vesile melanjutkan makannya ditemani
Bibi Rosaline dan Paman James.
“sebaiknya
aku kembali kekamar bibi Rosaline dan paman James.” Kata Vesile meninggalkan
mereka berdua.
“em
Vesile kami akan keluar sebentar kau bias jaga rumah ini? “. Kata Bibi Rosaline
“tentu
saja apa semua pergi?”.
“ya
kami semua ada urusan sebentar”.
“baiklah
bibi Rosaline aku akan menjaga rumah ini”.
Sepertinya Luke dan Laura menghentikan
perkelaian merekadan mereka pergi. Vesile mengamati pelosok-pelosok rumah ini.
Sangat indah begitu dalam benaknya. Dia keatas menuju kamarnya dan membuka Laptopnya untuk
mendengarkan lagu.
Tak
lama kemudian suara seseorang masuk kedalam rumah. Vesile mengehntikan lagunya
dan was-was untuk memastikan siapa orang itu dan membawa sapu untuk
berjaga-jaga. Ia menuruni anak tangga dengan hati-hati dan melihat-lihat
sekeliling dengan waspada. Jauh dihatinya sangat takut namun ia dipercaya
menjaga rumah ini. Sesampai di ruang tamu ia tak melihat apapun dan ketika ia
berbalik seseorang dibelakangnya.
“AAA!!!”.
Vesile berteriak dan memukulkan sapu ke orang itu.
“aduh!
Aduh ampun jangan pukul aku.” Orang itu
kesakitan.
Namun
Vesile tak hentinya memukul bahkan ia memukul semua yang ada disekitar ruangan
itu karena ia sangat takut ia tak begitu peduli sekitarnya. Dan segera orang
itu mematahkan sapu Vesile dan memeluk Vesile dari belakang.
“apa
yang kau lakukan!! Lepaskan!”. Teriak Vesile memberontak.
Orang
itu terdiam sambil mengendus Vesile dan melepaskan Vesile. Vesile kesal sekali
dan melihat orang itu dan…
“tampan”
begitu benak Vesile.
“maaf
aku tidak berniat membuatmu terkejut.” Kata orang itu.
“sangat
mengejutkanku. Siapa kau ini?”. Tanya Vesile.
“kau
yang siapa ini rumahku. Apa kau buruan Luke?” Tanya orang ini
“apa?
Buruan?apa maksudmu!? Aku Vesile aku bagian dari keluarga ini sekarang.” Vesile
menjelaskan dengan kesal.
“Vesile?
Saudari Laura?harusnya aku menyadari itu kalian memiliki mata dan bibir yangsama
hanya berbeda bentuk tubuh dan penampilan,kau terlihat.. ah maaf lupakan.”
“kau
siapa?”.
“William
Wellern panggil saja Will”.
Akibat
pertengkaran mereka tadi,tak sengaja Vesile memukul lampu diatasnya danlampu
itu jatuh. Will dengan cepat memeluk Vesile dan menghindari lampu itu. Vesile
tercengang menatap Will begitu sebaliknya mereka saling menatap. Suasana begitu
indah saat itu. Perlahan Will mendekat wajah Vesile. Vesile takmampu
mengelaknya dan membiarkan Will mendekati wajahnya,Will memeluk Vesile dengan
kuat dan menutup matanya begitu pula Vesile menutup matanya. Namun pisau
melewati celah wajah mereka melayang dan tertancap di dinding. Sontak Vesile
dan Will terkejut dan saling melepaskan diri.
“apa
kalian ciuman?”. Tanya Luke meledek
Ya
ternyata Laura melempar pisau itu untuk memisahkan Will dan Vesile yang sedang
merasakan romansa cinta.
“jaga
ucapanmu Luke.” Sahut Will.
“anakku
sayang kau sudah pulang..” Bibi Rosaline memeluk Will.
“kau
sudah bertemu dia?” Bibi Rosaline menggoda.
Laura
menatap sinis pada Will seolah menunjukkan jangan sentuh saudariku.
Next story on progress...
Comments
Post a Comment