Cerita Vampire "Page 3 The Pure Blood"

       Luke yang masih berada dikamar Vesile tertegun melihat kecantikan Vesile dan aroma Vesile yang sungguh membuatnya tak berhentinya mencium aromanya sambil mengendus Vesile.

“kenapa dia tidak dari dulu ada. Cantik ,dan menyenangkan aromanya..” Luke tak henti-hentinya mengagumi Vesile.

“jauhi dia!” tiba-tiba Laura dibelakang Luke.

“tenanglah aku hanya mengagumi kakakmu ini… aromanya tidak kah kau mencium nya?sangat bersih.”

“enyahlah Luke!” Gertak Laura dan dengan tatapan dingin nya pada Luke.

Luke bergegas pergi dan tertawa meledek. Ya Luke memang suka sekali dengan banyak wanita. Dia sangat playboy. Laura berdiam diri disebelah tempat tidur Vesile dan menatap Vesile mengamati seluruh tubuh nya seolah mencari tau sesuatu.

“ tidak ada apapun? Dan aromanya ah tidak mungkin! Dia bersih.”

Laura merapikan barang-barang Vesile dibantu Diana.

“wow saudarimu sangat berbeda denganmu lihatlah barangnya , dia menyukai music, buku, film dan photography.” Ledek Diana.

Laura hanya menatap Diana dan mengernyitkan dahi. Semua barang sudah dirapikan dan Laura menemukan sebuah photo keluarga. Sepasang suami istri dan anak perempuan berusia 1 tahun dan istri yang masih mengandung. Wajah mereka tidak asing untuk Laura.

“mereka sangat mirip denganmu?mungkin kedua orang tuamu?”. Ucap Diana sambil melihat photo itu.

“tapi aku tidak ada disitu.” Ucap Laura dingin.

“yaaa karena kau masih didalam rahim ibumu“. Kata Diana Kesal.

“bagaimana denganmu? Apa kau pernah merasakan dunia dalam rahim?.” Tanya Vesile meledek

Mereka saling menatap tajam.

“sudahlah ada baiknya meninggalkan kamarnya sebelum ia terkejut melihat kita seperti ini”. Ajak Diana dan mereka pun meninggalkan kamar Vesile.

            Tak lama kemudian Vesile tersadar dan ia melihat kamar sekelilingnya. Dia sangat terkejut kamar ini bukan kamarnya. Vesile bergegas bangun dan menuruni anak tangga.  Dia melihat sekeliling rumah dengan heran ya sangat heran rumah ini bagaikan kastil namun sangat mewah dan elegant dengan unsure kuno dan modern yang indah.

“Bibi Mareta?.” Vesile memanggil-manggil nama Bibi Mareta.

Sampai akhirnya ia berada diruang makan dan melihat semuanya duduk .

“lihatlah siapa yang datang kau sudah terbangun dari tidur lamamu?.” Kata Paman James
Vesile tercengang dan memberikan senyum kecil.

“duduklah Vesile disampingku.” Ajak Diana

Ya Vesile terdiam entah harus apa tapi pandangannya tidak lepas pada Laura yang duduk disebelah Luke.
“ini dia tamu istimewa kita.” Ucap Bibi Rosaline dengan senyum menawannya.

“sangat istimewa hidangan pembuka?”. Kata Luke dengan tatapan yang mencekam dan senyum liciknya.

Laura menatap Luke dan mencekik leher Luke. Luke kesakitan dan merek beradu. Ya perkenalan yang menakutkan buat Vesile.


“tenanglah!” bentak Bibi Rosaline memisahkan mereka berdua.

Next story in progress...

Comments